Mengenal Profesi Detektif

Mengenal Profesi Detektif

Kata detektif diambil dari Bahasa Inggris “Detective” yang berarti seseorang, khususnya petugas kepolisian, yang pekerjaannya adalah untuk menyelidiki dan memecahkan kasus kriminal.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata detektif merujuk pada polisi rahasia atau biasa disebut reserse. Polisi yang menyelidiki kasus atau mencari mencari informasi yang rahasia. Tak heran mereka sering disebut dengan polisi rahasia.
Dalam definisinya yang lebih mendalam seorang detektif adalah seorang penyelidik, yang kebanyakan bekerja sebagai seorang aparat penegak hukum. Di beberapa negara-negara berkembang beberapa detektif juga bekerja seorang diri tanpa keterikatan dinas dengan lembaga hukum. Mereka biasanya disebut sebagai detektif swasta atau detektif partikelir (private detective, private investigators/private eye).
Dalam bahasa tidak formalnya, terutama dalam cerita fiksi, detektif adalah seseorang baik ia memiliki lisensi atau pun tanpa lisensi yang bekera menyelidiki kasus kriminal. Di beberapa departemen kepolisian, detektif merupakan sebuah pangkat atau jabatan yang diperoleh oleh petugas polisi yang lulus dalam ujian tes tertulis. Tapi di beberapa sistem kepolisian lainnya, para detektif merupakan para lulusan kuliah yang bergabung tanpa perlu mendaftar di sekolah kepolisian selayaknya petugas polisi lain. Ada beberapa argumen lain bahwa pekerjaan detektif di kepolisian itu berbeda dan mendapat pelatihan, kualifikasi, kualitas, serta kemampuan yang berbeda dengan petugas polisi berseragam lainnya.
Menurut pendapat seorang yang telah lama berkecimpung di dunia penyelidikan, definisi detektif adalah sebuah pekerjaan memecahkan suatu kasus atau masalah yang belum terungkap, menggunakan metode sistematis dan terencana, mendasarkan pada bukti-bukti yang ada, dan merangkainya menjadi suatu fakta yang utuh, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Keahlian Detektif
Menjadi detektif, atau lebih tepatnya, mempelajari keahlian detektif, bisa dilakukan siapa saja, tanpa mengenal usia. Ilmu atau keahlian detektif ini bahkan akan sangat bermanfaat, untuk membantu pekerjaan kita. Pekerjaan sebagai pengacara, auditor, atau wartawan! Atau apapun, termasuk ibu rumah tangga. Suatu saat kita ingin tahu, apakah tumpukan surat kita di meja dipindahkan orang atau tidak; apakah lemari kita dibuka orang lain secara diam-diam; apakah anak kita berbohong atau tidak, bahkan juga mengorek keterangan orang lain tanpa orang itu menyadarinya.
Keahlian detektif seseorang, akan semakin meningkat seiring pengalaman memecahkan persoalan. Teknologinya pun semakin baik, dan setiap orang yang memiliki minat kuat dalam masalah detektif, akan terus mencari teknik-teknik baru, metode baru, yang lebih baik dan cepat.
Keahlian detektif, misalnya, meliputi:
  • Kemampuan daya ingat, meskipun dengan pandangan sekilas. Ini antara lain berguna ketika kita menemui kasus tabrak lari, dan nomor polisi kendaraan menjadi fakta penting. Selain itu juga disertai kemampuan memanggil kembali ingatan yang lama;
  • Kejelian dan cermat terhadap hal-hal detil.
  • Kemampuan menginterogasi. Semakin tinggi kemampuan interogasi yang dimiliki seseorang, ia akan mudah mengorek fakta, ‘fakta’ palsu, atau keterangan dari seseorang tanpa orang itu menyadarinya.
  • Kemampuan bernegosiasi. Ini masih berkaitan dengan kemampuan meng-interogasi. Kemampuan bernegosiasi sangat penting, dalam praktik-praktik di lapangan, dimana dibutuhkan keberanian menembus kebekuan seseorang, menghadapi orang keras kepala, dan sebagainya.
  • Pengetahuan terhadap hukum perundang-undangan yang berlaku.
  • Kemampuan menganalisa. Ini penting untuk menguji kebenaran fakta—baik fakta benda atau fakta lisan. Detektif yang baik tidak pernah berangkat dari titik motif; selalu harus dari fakta-fakta.
  • Menguasai pengetahuan akan forensik. Contoh pengetahuan forensik sederhana; seseorang yang ditemukan meninggal dengan leher membiru, dipastikan meninggal kehabisan nafas.
  • Kemampuan melacak jejak. Bisa digunakan untuk membuntuti target tanpa menimbulkan kecurigaan sang target.
  • Kemampuan teknik menyamar dan mudah berbaur.
Detektif di Indonesia
Seperti telah diterangkan di beberapa tulisan di atas, detektif di Indonesia, khususnya dalam kesatuan polisi biasanya disebut dengan reserse atau polisi rahasia. Nama mereka mungkin tidak sepopuler para atasannya ataupun divisi humas yang selalu tampil dalam wawancara televisi. Seperti yang diungkap oleh salah seorang kerabat yang berprofesi seorang anggota kepolisian, para reserse ini bekerja secara khusus dan terkadang harus menjaga identitas pribadi mereka supaya para kriminal tidak mudah mengidentifikasi mereka.
Bagaimana dengan detektif swasta di Indonesia? Di Indonesia sendiri peran dari detektif swasta bisa dibilang seperti kentut. Tidak terlihat (secara hukum) tetapi dalam kenyataannya ada. Mereka menawarkan jasa-jasa seperti pengintaian, mencari informasi, data perusahaan, perselingkuhan dan sebagainya. Tidak sedikit juga juga agen-agen detektif yang menawarkan jasanya di dunia maya. Cara kerja yang profesional, rapi dan dijamin tidak ‘kentara’ membuat bisnis jasa yang satu ini tetap bertahan di tengah kesibukan aparat penegak hukum yang lain.
Hingga saat ini, keberadaan detektif swasta atau partikelir di Indonesia belum memungkinkan. Detektif swasta yang memiliki izin dan wewenang menyelidiki kasus pidana, di Indonesia belum ada. Hal ini karena sistem hukum yang memerintahkan semua penegakan hukum dilakukan oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini jaksa dan polisi. Seperti yang dilansir oleh salah situs media online, salah satu dari anggota Kompolnas, Adrianus Meiliala menuturkan bahwa sampai saat ini belum ada payung hukum untuk profesi detektif swasta di Indonesia.
“Tidak mungkin ada. Kalau toh untuk mengungkap kasus kriminal misalnya harus diserahkan kepada petugas kepolisian. Jika petugas kurang ya solusinya ditambahnya, yang jelas belum ada payung hukum untuk detektif swasta,” ujar anggota Kompolnas Adrianus Meiliala dalam perbincangan dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.
Hal yang sama juga disampaikan kriminolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amrizal Siagian. Menurutnya, di Indonesia tak mengenal adanya detektif swasta di bidang keamanan. Indonesia mempercayakan segala tetek-bengek persoalan keamanan dan kriminalitasnya kepada Polri.
“Di Indonesia untuk persoalan keamanan sudah ditangani Polri, karena lembaga ini yang berwenang di bidang itu sesuai undang-undang. Tapi tidak menutup kemungkinan (adanya detektif swasta) tentu saja harus dilalui dengan proses yang prosedural dan dibolehkan,” kata Amrizal.
Namun, dia mengungkapkan selama ini polisi lebih mengenal jasa informan dari pada detektif swasta dalam penyelidikan kasus-kasus kejahatan di Indonesia. Polisi biasanya merekrut warga biasa guna menggali informasi dan mempercepat pengusutan suatu kasus. Seorang informan tak harus menjalani pendidikan khusus lebih dulu. Mereka direkrut guna mengakali jumlah personel aparat yang terbatas di lapangan tetapi tetap mendapatkan informasi yang valid. Tak hanya mampu mencari informasi, Amrizal mengaku seorang informan harus memiliki IQ yang tinggi. Informan pun harus pandai menyamar agar tak dicurigai oleh target.
“Syaratnya mereka bisa menjalankan fungsi dan membantu mencari info-info bagi polisi. Hal itu dikarenakan keterbatasan SDM yang dimiliki polisi, katakanlah jumlah polisi tidak sebanding dengan jumlah kejahatan dan masyarakat,” ucapnya.

https://detectivestoryid.wordpress.com/2015/02/17/mengenal-profesi-detektif/

Private Detective, Awesome Job (Detektif Swasta, Pekerjaan Hebat)

Detektif adalah seseorang yang melakukan penyelidikan terhadap suatu kejahatan, baik sebagai detektif polisi maupun sebagai detektif swasta. Detektif swasta biasanya bekerja secara komersial dan memerlukan lisensi. Secara informal, terutama dalam kisah-kisah fiksi, detektif sering digambarkan sebagai seorang tanpa lisensi yang mengusut suatu tindakan kriminal. Contoh detektif fiksi terkenal antara lain adalah Sherlock Holmes (karangan Sir Arthur Conan Doyle) dan Hercule Poirot (karangan Agatha Christie). *Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Detektif identik dengan gambaran bertopi, memakai jas panjang, memegang kaca pembesar dengan cerutu yang selalu menyala. Lalu bagaimana dengan detektif swasta ? Tentu kita sering mendengarnya bukan ?

[English]

Detective is someone who conduct an investigation into a crime, either as a police detective as well as a private detective. Private detectives usually work commercially and requires a license. Informally, especially in fiction, detective is often described as an unlicensed who investigate a crime. Examples of famous fictional detective Sherlock Holmes, among others, (written by Sir Arthur Conan Doyle) and Hercule Poirot (written by Agatha Christie). Indonesian * From Wikipedia, the free encyclopedia

Detective identical to the picture hat, wearing a long coat, holding a magnifying glass with a cigar that is always on. Then how about a private detective? Of course we often hear is not it?
Kehebatan Detektif partikelir (Swasta) tidak saja terjangkit di negara maju, seiring dengan kebutuhan manusia  yang semakin meningkat, maka di negara kita pun mulai ada permintaan  jasa Detektif Swasta. Profesi ini adalah penawaran jasa untuk mempelajari dan menganalisa beberapa hal khusus sesuai order atau permintaan peminta jasa. Beberapa tugas yang umum dilakukan oleh Detektif swasta mulai dari menyelidiki pesaing bisnis secara detail, masalah Politik dan Rumah Tangga. 

[English]
The greatness of private detective (Private) not only spread in developed countries, along with the increasing human needs, then in our country began a demand services Private Detectives. This profession is a service offering to study and analyze some particular thing by order or request service requesters. Some tasks commonly performed by a private detective investigating ranging from business competitors in detail, issues and Domestic Politics.
Keberadaan Detektif Swasta di luar negeri mendapat perlindungan dan payung hukum. Mereka mendapat lisensi atau izin menjadi penyidik swasta dari Kepolisian yang menangani bidang tersebut. Oleh karena di luar negeri izin memiliki senjata api juga selekstif maka Detektif Swasta pun telah mendapat pelatihan khusus penggunaan dan merawat senjata api sandard dan jenis genggam.

Detektif Swasta  idealnya harus memiliki kelebihan khusus, yang paling utama adalah memiliki intuisi tajam, cerdas, menguasai ilmu komunikasi dan tentu saja lues atau fleksibel. Detektif Swasta sepatutnya memiliki kemampuan penyamaran, kemampuan bernegosiasi, kemampuan penyusupan dan mengolah data, tapi belum tentu ia mengetahui beberapa hal lainnya, misalnya dalil-dalil hukum apa saja yang mampu menjerat di Detektif tersebut dalam pasal Perdata atau Pidana, karena dituduh mengancam calon sasarannya. Ini yang disebut TIDAK memiliki semua disiplin ilmu pengetahuan secara menyeluruh. Namun -sekali lagi-  Detektif Swasta ini minimal memiliki intuisi dan meramu informasi dengan cepat, tepat, terukur dan menyampaikan olahan informasinya kepada peminta order. Posisi Detektif Swasta kadang sulit sekali. Pasalnya kadang berbenturan dengan satuan intelejen yang datang memeriksa sang Detektif tadi. Kalau di luar negeri, dengan memperlihatkan zurat izin sebagai detektif sudah selesai masalahnya. Tapi beda dengan di negara kita. Makanya menyiasati dilematis ini, banyak pengacara muda yang terjun sekaligus menjadi Detektif Swasta. Lisensi sebagai seorang pengacara dapat disiasati untuk kepentingan tersebut walau sebetulnya beda peruntukan dan kegunaannya.

[English]

The existence of a Private Detective abroad protection and legal protection. They got into a license or permit of a private investigator in charge of the police. Therefore abroad firearms license also selekstif the Private Detective also have received special training and care of firearms use sandard and cell types.

Private detective should ideally have special advantages, the main thing is to have sharp intuition, intelligent, mastering the science of communication and of course Lues or flexible. Private Detective deservedly has the ability to disguise, the ability to negotiate, infiltration capability and process the data, but not necessarily he knows a few other things, for example, the arguments of any laws are capable of trapping in the Detective in Civil or Criminal article, for allegedly threatening a candidate target. It is called NOT have all disciplines of science as a whole. However -once again- a minimum of Private Detectives have intuition and gathering information quickly, precise, measurable and deliver the processed information to the requester order. Private Detective position is sometimes difficult. Because sometimes clashed with the intelligence unit to examine the detective said. If overseas, with shows zurat permission as detective had finished the problem. But different in our country. So deal with this dilemma, many young lawyers who plunge at once into a Private Detective. Licensed as an attorney can be circumvented for this purpose although actually different designation and usefulness.

Seperti cerita detektif Sherlock Holmes yang memiliki persaingan sehat dengan Kepolisian yang dipimpin oleh Inspektur Lestrade. Kepolisian juga akan merasa kesal jika kalah dengan detektif swasta. Yakan ?

Sebetulnya menjadi Detektif Swasta bukan pekerjaan gampang. Profesi bukan semata-mata tergantung kepada keberanian dan berwajah sangar, melainkan harus memiliki intuisi yang peka, tajam dan impresif. Tidak semua orang memiliki kemampuan ini. Oleh karena itu pekerjaan sebagai Detektif Swasta pun terpaksa memilih-milih pelakunya. Memang benar, semua hal jika dipelajari akan dapat dilakukan. Tapi bedanya, yang memiliki intuisi yang tajam dan ompresif akan selangkah lebih maju, selangkah lebih cepat berhasil dan selangkah lebih memuaskan pelanggannya.

http://pawsattack.blogspot.com/2015/03/private-detective-awesome-job-detektif.html